RALS
Buy 755
TP 850
SL 725
DSNG
Buy 4,600
TP 4,800
SL 4,500
UNVR
Buy 37,800
TP 40,000
SL 37,500
MYOR
Buy 25,500
TP 31,000
SL 24,000
VRNA
Buy 120
TP 138
SL 112
CPRO
Buy 113
TP 125
SL 107
ACST
Buy 5,500
TP 6,000
SL 5,325
PNLF
Buy 305
TP 320
SL 295
Banyak
trader saham yang selalu berjuang dengan susah payah mengira bahwa
untuk memperoleh profit yang konsisten dalam trading adalah hal yang
sulit dan lebih merupakan suatu kebetulan. Berjuang dengan susah payah
bisa berarti berusaha terus menerus menemukan metode dan strategi yang
pas dengan trial and error,
atau mencoba beberapa indikator trading . Walau begitu,
banyak diantara mereka yang gagal menghasilkan profit yang konsisten.
Sebaliknya para trader profesional
yang seakan trading dengan santai dan tanpa beban bisa memnghasilkan profit dengan konsisten. Apakah ada yang salah?Sebenarnya
banyak trader yang telah mengetahui bagaimana menghasilkan profit yang
konsisten, tetapi mereka tidak menerapkan pengetahuan tersebut dengan
proporsional dan tepat. Semua trader saham tentu termotivasi untuk
memperoleh profit, tetapi fokus mereka kurang tepat. Motivasi trader
profesional terfokus pada perolehan hasil dalam jangka panjang,
sementara trader pada umumnya termotivasi untuk memperoleh hasil yang
maksimal dalam jangka pendek. Mungkin karena alasan ini, para trader
profesional seolah tampak santai dan tanpa beban. Selain fokus pada
hasil jangka panjang sebagai alasan utama, ada baiknya kita mengetahui beberapa alasan yang membuat trader profesional bisa memperoleh profit dengan konsisten.
1. Trader profesional tidak memerlukan banyak waktu untuk analisa pasar
Mungkin
kita mengira kita kurang banyak meluangkan waktu guna mendalami
berita-berita ekonomi yang mempengaruhi pasar hingga kita selalu lambat
mengantisipasi arah pergerakan harga yang berujung pada hasil trading
yang tidak konsisten. Disadari atau tidak, banyak diantara kita yang
telah meluangkan waktu lebih banyak dari para trader profesional untuk
menghimpun data dari berbagai sumber berita. Trader profesional juga
melakukan itu, tetapi hanya pada waktu-waktu tertentu saja. Yang penting
bagi mereka adalah sinyal untuk trading, yang berarti layak atau
tidaknya untuk membuka sebuah posisi, menutup posisi, atau menambah
posisi baru pada kondisi pasar pada saat itu.
2. Profesional selalu trading berdasarkan apa yang mereka lihat, bukan pada apa yang mereka kira akan terjadi
Dengan
kata lain mereka trading dengan obyektif. Banyak trader yang tergoda
untuk memperkirakan apa yang bakal terjadi di pasar setelah membaca dan
menganalisa perkembangan sebuah berita ekonomi. Hal ini sering membuat
trader merasa sangat optimis dan melakukan pelanggaran pada strategi
managemen resiko dengan misalnya melipat gandakan ukuran lot trading,
atau menambah posisi baru hingga over-trading.
Sebaliknya,
trader profesional mengetahui bahwa mereka tidak akan pernah tahu
dengan pasti kemana arah gerak pasar, sejelas apapun petunjuk dari
berita ekonomi. Dalam hal ini tentu mereka belajar dari pengalaman, oleh
sebab itu mereka sangat patuh pada managemen resiko yang telah
disepakati. Semua berita selalu dikombinasikan dengan sinyal trading
yang layak. Mereka tidak memaksakan diri atau memasang target untuk
‘harus masuk pasar’. Trader profesional tahu dengan pasti apa yang
mereka inginkan dari pasar, dan hanya akan trading jika pasar telah
memberinya peluang.
3. Trader profesional tidak terlalu bergantung pada indikator teknikal
Banyak
trader saham yang sebenarnya menyadari bahwa dengan banyaknya indikator
pada chart trading akan membuat bingung dan cenderung over analyzing.
Menurut penuturan seorang trader profesional, pertama kali yang mereka
lihat dalam chart trading adalah membaca pergerakan harga seperti apa
adanya, dengan hanya menandai level-level support dan resistance.
Kemampuan untuk membaca pergerakan harga secara ‘telanjang’ (naked price),
tanpa indikator, adalah juga sebuah analisa teknikal. Tentu saja mereka
tidak mengabaikan indikator teknikal sama sekali, tetapi mereka
menggunakannya sesuai dengan kebutuhan dengan proporsional.
Biasanya
indikator yang sering digunakan adalah moving average sebagai level
support dinamis atau resistance dinamis. Mereka tidak terlalu bergantung
pada indikator teknikal untuk mendapatkan ‘holy grail’atau
kombinasi beberapa indikator yang selalu digunakan dalam sistem
tradingnya dan diharapkan selalu benar. Mereka tahu bahwa sebagian besar
indikator teknikal terbentuk setelah terjadinya pergerakan harga
(bersifat lagging). Holy grail mereka adalah pada risk/reward ratio.
4. Trader profesional tidak bergantung pada software trading dan robot
Walaupun
di pasaran banyak penawaran software trading dan robot yang namanya
kadang cukup bombastis, sangat jarang trader profesional yang
menggunakannya. Mereka lebih percaya pada pikiran dan analisanya
sendiri. Software trading, seperti halnya juga software lainnya, berisi
dengan program-program yang mengerjakan perintah yang sama secara
berulang-ulang. Pada kenyataannya, pergerakan pasar sangat dinamis dan
kecil kemungkinannya untuk mengulangi keadaan yang sama berkali-kali.
Pada suatu keadaan tertentu bisa saja program tersebut bekerja sesuai
harapan, tetapi tidak menjamin akan selalu bekerja dengan baik pada
pergerakan pasar yang cenderung acak (random) dan
sarat dengan pengaruh emosional para pelakunya. Bagi trader
profesional, untuk memprediksi pergerakan harga pasar yang dinamis dan
cenderung acak nalar yang obyektif adalah sarana trading yang terbaik.
5. Trader profesional tidak terlalu fokus pada faktor fundamental
Faktor
fundamental sudah barang tentu tidak bisa diabaikan dalam, bahkan bisa
dikatakan sebagai penggerak utama pasar. Trader profesional menggunakan
analisa fundamental sebagai konfirmasi dari apa yang dilihatnya dalam
chart trading. Mereka tahu bahwa pengaruh faktor fundamental pada
pergerakan harga tidak selalu pasti. Banyak faktor-faktor lainnya yang
mempengaruhi pasar. Rilis data Inflasi, Laporan Keu yang meningkat misalnya,tidak begitu
saja membuat harga saham naik, masih banyak
faktor lain yang mempengaruhi termasuk emosi para pelaku pasar.
6. Trader profesional lebih percaya pada dirinya sendiri, bukan pada para pakar
Ada
trader yang membuka posisi trading karena mendengar atau membaca
komentar seorang pakar dari media mengenai sesuatu yang dianggap
penting. Selang beberapa waktu kemudian pakar yang lain memberi opini
yang berlawanan dengan berbagai alasan. Trader tersebut menjadi khawatir
dengan posisinya, cabut atau terus? Trader profesional selalu membuat
keputusan tradingnya sendiri dan hampir tidak terpengaruh oleh komentar
para analis atau pakar. Mereka percaya pada cara analisanya sendiri
sesuai dengan strategi trading yang telah disepakati karena hanya mereka
sendirilah yang tahu persis keadaan account dan sistem portofolio dalam
tradingnya.
7. Trader profesional selalu realistis
Anda
tidak akan pernah menjadi trader profesional jika Anda tidak realistis
dalam trading. Realistis dalam trading maksudnya menerapkan managemen
resiko yang proporsional pada balance account Anda. Jika modal Anda 100,000,000 apakah Anda akan mempertaruhkan seluruhnya (100%) hanya dalam
sekali trade?, atau mengambil resiko 30% per trade? atau 5%? Tentu yang
tahu Anda sendiri. Jika dana tersebut bukan dana yang menganggur (disposable income) Anda tentu akan sangat berhati-hati dalam menentukan resiko.
8. Trader profesional bekerja menurut rencana trading dan disiplin
Anda
mesti mempunyai rencana trading yang jelas dan dilakukan dengan
disiplin agar mencapai hasil yang maksimum dalam trading. Rencana
trading yang jelas juga akan mengurangi pengaruh emosi ketika trading.
Selain itu Anda juga mesti membuat jurnal trading sebagai umpan balik (feedback) yang
mengevaluasi semua hasil trading. Tanpa evaluasi Anda tidak tahu
tingkat kemajuan yang telah dicapai. Trader profesional telah lama
melakukan langkah-langkah tersebut sehingga mereka bisa bekerja dengan
target yang jelas.
INAF
Buy 325
TP 374
SL 300
BSDE
Buy 2,150
TP 2,400
SL 2,100
MLPL
Buy 900
TP 1,100
SL 850
JPFA
Buy 850
TP 965
SL 830
BHIT
Buy 300
TP 340
SL 295
KAEF
Buy 1,375
TP 1,500
SL 1,340
KIJA
Buy 345
TP 415
SL 333
BKSL
Buy 137
TP 194
SL 130
UNTR
Buy 19,500
TP 20,575
SL 19,000