Kamis, 05 Februari 2015

PNLF, BJTM, BJBR

PNLF
















Buy 263
TP 300
SL 260

BJTM

Buy 550
TP 600
SL 535

BJBR
Buy 845
TP 900
SL 820
 



Rabu, 04 Februari 2015

NRCA, MNCN, ADRO

NRCA
















Buy 1,325
TP 1,450
SL 1,310

MNCN















Buy 2,905
TP 3,225
SL 2,800

ADRO
















Buy 1,010
TP 1,145
SL 980

Senin, 02 Februari 2015

MTFN, DAJK, ELSA

MTFN













Buy 165
TP 208
SL160

DAJK
















Buy 730
TP 800
SL 680

ELSA
Buy 590
TP 670
SL 570


Follow the Trend


Apa itu TREND ?
Trend merupakan kecenderungan pergerakan suatu harga dalam timeframe tertentu.
Dalam pergerakannya suatu harga dapat saja bergerak naik turun setiap hari, namun bila kita cermati dalam timeframe tertentu, maka pergerakan ini akan membentuk suatu pola dan arah tertentu. Arah inilah yang disebut sebagai trend.




3 Jenis Trend
Kita mengenal 3 jenis trend yaitu:
Trend Naik (Uptrend)
Bila suatu harga bergerak dengan kecenderungan naik keatas dalam timeframe tertentu.
Trend Turun (Downtrend)
Bila suatu harga bergerak dengan kecenderungan naik kebawah dalam timeframe tertentu.

Trend Menyamping (Sideways atau Trendless)
Bila suatu harga bergerak dengan kecenderungan bergerak mendatar dalam timeframe tertentu.

Bagaimana Analisa Trend membantu Kita Dalam Trading ?
Anda harus mengambil posisi sesuai dengan arah Trend, bila anda trading dalam trend Naik, maka ambilah posisi Long. (buy)
Dalam pengambilan posisi utk buy saham di IDX,
Bila anda investor, saya sarankan anda hanya mengambil posisi saham-saham yang uptrend. Hindari saham downtrend. Bila anda traders, paling tidak saham sideways atau uptrend yang dapat diambil. Hindari saham downtrend.

Mungkin ada yang pernah bertanya "mengapa saham yang mau dipilih harganya sudah banyak naik? Jawaban: Ya jelas saja, kan follow the trend. Maksudnya apa ya? Karena di bursa kita hanya bisa melakukan buy/beli dan tidak bisa short, maka yang kita lakukan adalah mencari dan mengikuti trend naik. Dan seperti yang kita tahu, saat ini bursa kita sedang mengalami trend naik yang sangat luar biasa. Banyak kesempatan yang bermunculan saat ini untuk menggali keuntungan di jangka pendek hingga jangka menengah. Sekali lagi, jika kita menggunakan strategi mengikuti trend yang sedang berjalan, maka harus ada trend yang mendahului yang bisa diikuti. 

Nah jika kita mengikuti trend naik sebuah saham, maka harus didahului oleh kenaikan harga saham yang bersangkutan. Tidak mungkin kita mengatakan "follow the uptrend”, namun yang terjadi sebelumnya saham itu turun terus. Apanya yang difollow? Prinsip dasar trading dan analisis teknikal itu sederhana. Follow the uptrend untuk membeli saham. Maka, carilah trend naik. Carilah saham-saham yang didahului dengan kenaikan (secara teknikal membentuk higher high, higher low dan syarat lain). Cari saham yang uptrend, beli , simpan, dan jual ketika trend patah. Mudah dan sederhana! Namun yang seringkali terjadi, orang selalu bertanya : kenapa saya telat membeli..? ah harusnya saya membeli ketika saham itu belum naik.

Tidak ada seorang pun yang bisa mengetahui kapan sebuah saham akan naik tanpa ada sinyal seperti pembentukan trend. We are smart traders not smart gamblers. Dalam menentukan keputusan beli / jual dilakukan berdasar konfirmasi grafik. Kita tidak melakukan keputusan beli saham hanya berdasarkan duga-duga atau kira-kira atau malah perasaan. Kita tidak membeli saham hanya karena “oh .. kayaknya saham ini udah murah nih karena sudah turun banyak”. Hmm 

Sebuah saham yang mengalami tekanan jual / turun terus, bisa saja jadi turun dan turun terus. Sebuah saham yang mengalami trend turun, pesimisme lebih besar daripada optimisme. Namun ketika sebuah saham yang mengalami trend harga naik, didahului kenaikan harga, optimisme lebih besar. Membeli saham ketika trend naik, berarti kita sedang membeli “market’s confidence” ! Tapi, terkadang banyak juga orang yang tidak puas membeli saham yang sudah naik (padahal bisa naik lebih jauh lagi) ternyata karena faktor tamak :) Kunci sukses trading tidak hanya terletak pada harga masuknya tapi harga keluarnya. Mau beli ketika market bottom atau market di atas, yang terpenting adalah seberapa profit yang bisa dihasilkan(harga keluarnya). Follow the trend until its end. That simple. And do it.
sumber: @ Ellen May
 


Minggu, 01 Februari 2015

MLPL, ITMG, APLN


MLPL

Spec Buy 845
TP 985
SL 800


ITMG
Spec Buy 15,675
TP 19,225
SL 15,335

APLN
Spec Buy 440
TP 485
SL 430

DARVAS SYSTEM TRADING


Menyebut spekulan terkenal tidak akan lengkap tanpa menyebut Nicolas Darvas. Darvas mengembangkan teori yang disebutnya Box Theory yang berhasil membawanya mengubah modal sebesar $25.000 menjadi $2juta hanya dalam waktu 18 bulan. Siapakah Nicolas Darvas? Mengapa majalah Times sampai memberikan hampir satu halaman penuh baginya? Sepertinya tidak akan cukup untuk menceritakan mengenai Darvas dan teorinya tanpa mengetahui perjalanan pencariannya. Perlu diingat bahwa metode Darvas ini sangatlah spekulatif dan sangat berbeda dengan metode investasi konvensional seperti Value Investing. 

Hipotesis:
Apabila terjadi perubahan fundamental yang positif terhadap suatu saham, maka hal tersebut akan segera tercermin pada kenaikan harga sahamnya.





TRADING RULES:
Entry Strategy:
Pembelian awal:
  1. Cari saham yang break new high dengan volume yang besar.
  2. Pembelian dilakukan ketika suatu saham membuat new high tanpa harus menunggu harga penutupan.
  3. Stop loss diletakkan 2 fraksi harga di bawah previous high yang berhasil ditembus.
  4. Ceiling (bagian atas dari box) dikatakan telah terbentuk apabila harga tertinggi yang baru tidak tertembus dalam 3 hari berturut-turut.
  5. Setelah ceiling terbentuk, maka kita dapat menentukan floor (bagian bawah dari box) dari box yang baru dengan cara yang sama (namun berkebalikan) dengan cara kita menentukan ceiling.
Riding the stock
  1. Ketika harga menembus ceiling dan membuat box yang baru (dengan harga lebih tinggi tentunya), biarkan stop loss yang lama sampai dengan ceiling dan floor dari box yang baru terbentuk.
  2. Pada saat ceiling dari box yang lama tertembus, lakukan lagi pembelian
  3. Ketika ceiling dan floor dari box yang baru telah terbentuk, ubah stop loss menjadi 1 fraksi harga di bawah floor dari box yang baru.
Exit Strategy:
Exit dari market dilakukan ketika stop loss dari poin 3 pada bagian ’pembelian awal’ dan poin 2 pada bagian ’riding the stock’ tersentuh.
Cara mencari saham yang potensial (bisa dilakukan dengan membaca bagian keuangan di surat kabar):
  1. Perhatikan arah pasar
  2. Perhatikan 2-3 saham di dalam industri untuk mengamati bagaimana industri-industri tersebut berperilaku sehubungan dengan arah pergerakan pasar.
  3. Perubahan harga saham-saham yang kita miliki atau yang kita minati.
  4. Melihat sekilas keseluruhan saham untuk mendeteksi apakah ada saham yang harga dan volumenya beperilaku tidak seperti biasanya. Cara lainnya adalah dengan memperhatikan bagian ’most active stock’ atau ’top gainer’.
Secara intuitif, apabila kita mengikuti aturan-aturan yang diterapkan oleh Darvas ini, kita akan selalu berusaha mengikuti suatu saham selama harga saham tersebut kecenderungannya naik.
Mengapa Darvas memilih mulai melakukan pembelian saat harga menembus historical high? Pada kondisi normal, kenaikan harga saham akan tertahan oleh dua pihak, yaitu:
  1. Profit taker. Orang-orang yang menjual sahamnya karena telah mendapatkan keuntungan.
  2. Trader nyangkut. Mereka membeli saham di harga yang tinggi dan tidak mau melepas sahamnya ketika bergerak turun. Ketika harga kembali naik, maka orang-orang yang telah menanti sekian lama ini memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menjual sahamnya.
Ketika kita membeli saat harga saham menembus historical high, satu-satunya lawan kita adalah profit taker. Tidak ada trader nyangkut yang berusaha menjual sahamnya. Oleh karena itulah saham yang mencetak new high relatif lebih mudah untuk melanjutkan kenaikannya.
Disiplin dalam mematuhi stop loss yang telah kita tetapkan. Ketika mengikuti metode Darvas, kita menjadi highlander yang menghadapi risiko tinggi. Stop loss yang ketat akan membantu kita ketika saham yang kita miliki jatuh harganya. Penerapan metode ini akan membuat kita mengalami kerugian kecil-kecil karena saham yang kita beli gagal take-off. Kerugian tersebut akan terbayar ketika saham yang kita beli terus naik. Darvas sendiri dengan sangat pede memanfaatkan fasilitas margin secara penuh ketika dia yakin bahwa dia membuat keputusan yang tepat.